Sembuhkan Asam Urat (Gout) Dengan Rebusan Daun Salam

Sudah 2 hari Zamzani Hamzah jalan tertatih-tatih. Rekan kerjanya terheran-heran. Biasanya pria tinggi besar itu berjalan dengan tegap tetapi hari itu ia berjalan pelan. Kadang kakinya seperti diseret. Dua langkah kaki, dia istirahat sejenak sembari berpegangan pada sandaran kursi atau dinding. Wajahnya tampak menyeringai. Pangkal masalah ada di lutut kanan yang bengkak dan sangat ngilu. Lengan tangan kanan juga mengalami hal serupa. Hal tersebut dia alami setelah mengkonsumsi emping melinjo yang merupakan makanan kesukaannya.

Pada hari ketiga manajer operasional perkapalan Pertamina tersebut menyempatkan diri untuk periksa di sebuah klinik. Hasil laboratorium menunjukan, kadar asam uratnya cukup tinggi, mencapai 8,5 mg%. Kadar asam urat disebut normal bila pada kisaran 4-7 mg%.

Meskipun demikian alumnus Teknik Mesin Universitas Krisnadwipayana ini menolak untuk diobati dengan resep dokter. Bukannya mau ngirit tapi dia khawatir akan efek samping dari obat-obatan kimia. Selang beberapa hari ada teman yang datang ke rumahnya dan menyarankan Zamzani untuk rutin meminum rebusan daun salam.

Keesokan hari istrinya membelikan daun yang sering dijadikan bumbu masakan itu. Tujuh helai dicuci dan direbus dalam 2 gelas air bersih. Dengan api kecil daun direbus tanpa campuran apapun dalam wadah stainless stell hingga mendidih. ”Rasanya tawar, warnanya mirip teh, tapi lebih cokelat” ujar pehobi jalan kaki itu. Setelah dingin segelas rebusan itu diminum sebelum berangkat kerja. Hal itu diulang lagi menjelang tidur. Bengkak di lutut mulai kempis. Begitu pula ngilu-ngilu kian berkurang.

Dua hari kemudian, ia kembali ke laboratorium sebuah klinik untuk mengecek kadar asam uratnya. Betapa leganya Zamzani mengetahui hasil tes. Kadar asam urat melorot tajam menjadi 6,7 mg%. Artinya, setelah 48 jam menghabiskan 4 gelas rebusan daun salam ia terbebas dari belenggu artritis.

Walau sudah sembuh, hingga sekarang Zamzani tetap mengkonsumsi rebusan daun salam. Usai sarapan dan pulang kerja ia menenggak masing-masing segelas. Dengan cara itu, ” sekarang saya tetap bisa bermain bulu tangkis,” kata pria kelahiran November 1954 itu. Yang lebih penting derita 2 tahun silam itu tidak pernah ia rasakan. Bahkan ia dapat menikmati gurihnya emping.

Sumber : TRUBUS