SANREGOPLUS
 | OBAT IMPOTENSI | MENGATASI EJAKULASI DINI | DISFUNGSI EREKSI | 
| JAMU KUAT | OBAT KUAT | ATASI MASALAH KESUBURAN LELAKI | 

[Kutipan Artikel Trubus : No.| 360 edisi November 1999].| Sudirman akhirnya meluluskan |gugatan cerai sang istri.| Apa boleh buat,| selama 5 tahun mengarungi bahtera rumah tangga |ia tak bisa memberikan “nafkah” batin.| Impotensi menyerang pada minggu pertama perkawinan.| Belakangan ia sudah nikah lagi |menyusul anjuran kakaknya terapi dgn seduhan L.Amara.|

Tadinya Sudirman (nama samaran) |hampir putus asa.| Bagaimana tidak,| sewaktu masih pacaran |mendambakan anak dari kekasih yang| sangat dicintainya.| Tahunya,| jangankan keturunan,| hari-hari penuh kemesraan |malah seakan jadi neraka.| Beruntung saudara-saudaranya |selalu menasehati dan | membesarkan hati termasuk mendukung pendanaan |untuk pengobatan kemana pun ia mau.| Maklum lelaki asli Bone Sulalwesi Selatan ini |hanya bekerja sebagai pegawai negeri.| Mulai dari dokter spesialis |hingga dukun nun jauh disana tak terlewatkan didatangi.| Namun usahanya tak membuahkan hasil |hingga keputusan cerai diambil.|

Jalannya memang ada-ada saja.| Seorang petani |di Desa Sanrego Kabupaten Bone,| Sulawesi Selatan tengah mengembalakan kuda.| Daerah ini memang tercatat |sebagai sentra kuda.| Kuda kuda bagus untuk pacu |kebanyakan di datangkan dari sini.| Jadi tak heran bila dalam pengembalaan |ada puluhan kuda yang| harus diawasi.| Jantan dan | betina dicampur,| karena kalaupun terjadi birahi dan | saling kawin tak saling membahayakan.| Namun pengalaman belasan tahun |nyaris tak ditemukan |kuda kawin di padang penggembalaan.| Sehingga ketika terlihat |ada kuda jantan agresif,| mengejar dan | menaiki kuda betina,| timbul pertanyaan |dalam benak si penggembala.|

Oh.|.|.|.|,| ternyata ada daun berukuran besar,| panjang sekitar 30 cm dan | lebar 15 cm,| dimakan kuda tadi.| Tumbuhan yang| berdaun mirip jantung ini |mencolok diantara semak belukar.| Si pengembala semakin penasaran,| kuda jantan itu |tidak puas hanya dengan| satu betina.| Beberapa ekor menjadi pemuas nafsu birahinya.| Padahal,| dalam menjalankan aksinya |setiap betina dinaiki berkali-kali..| Itung – itung sebagai kelinci percobaan |si pengembala mencoba |merebus batang kayunya.| Tentu saja setelah |dipotong potong terlebih dahulu.| Lalu air hasil rebusannya diminum.| Luar biasa,| nafsu dan | kekuatan si penggembala |tak ada bedannya dengan| kuda.| Kekuatannya tak seperti biasa.|

Informasi berharga inilah yang| kemudian dibuktikan oleh Sudirman.| Hanya dengan| minum seduhan L.| Amara 5 gelas berturut turut,| Sudirman sudah dikaruniai anak |dari istri barunya.| Impotensinya sembuh total.| Hal yang| sama juga dialami Asmuddin dari Bone yang| mengalami impotensi |karena suka "jajan".| Impotensinya disembuhkan dengan| meminum air dari rebusan L.| Amara.|

Disebut-sebut bahwa L.| Amara potensial menggantikan |viagra yaitu obat kuat yang| pernah menghebohkan.| Viagra sebetulnya adalah |obat untuk penderita tekanan darah tinggi,| cuma efek sampingnya |ereksi jadi lebih lama.| Viagra bila dikonsumsi oleh orang normal |sangat berbahaya untuk kesehatan |karena tekanan darah menjadi tidak normal karenanya.| Efek viagra juga bersifat temporal saja |sehingga akhirnya menimbulkan ketergantungan.| 

Berbeda dengan| viagra tanaman dengan| nama ilmiah/ latin L.| Amara ini bersifat alami sehingga aman,| murah dan | tidak menimbulkan ketergantungan.| L.| Amara sudah diteliti |secara ilmiah dan | khasiatnya untuk membangkitkan kejantanan pria |sudah diakui banyak orang serta |mendapat respect dari dr.| Boyke yang| merupakan seksolog ternama.| Selain sebagai pembangkit "semangat" tanaman L.| Amara juga secara tradisional |sering digunakan sebagai obat diabetes melitus,| anti diare,| penawar racun,|obat malaria,| kelainan kulit dan | gigitan ular.|

Ternyata kisah keampuhan L.| Amara ini tidak hanya diketahui oleh Sudirman dan | keluarganya melainkan telah menjadi |resep ramuan rahasia keperkasaan dan | kejantanan pria.| yang| tertarik pada kisah L.| Amara ini tidak hanya orang awam.| Prof.| Dr.| H.| Muhsin Darise,| M.|Sc,| Guru Besar Farmasi UNHAS sampai |mengorbankan biaya untuk menelitinya.| Beberapa ilmuwan yang| juga meneliti L.| Amara diantaranya : Ludvina S.| De Padua dari Filipina,| Linda S dan | Mimi D.| dai dari UNHAS,| serta Nurbita peneliti dari |Universitas Pancasakti.| Saking yakinnya Prof.| Dr.| H.| Muhsin Darise,| M.|Sc yang| merupakan lulusan S1 ITB tahun 1974,| S2 dan | S3 Hirosima University Jepang |dalam bidang farmasi tahun 1981 dan | 1985 mengatakan "Saya jamin kehebatan kayu L.| Amara meningkatkan |gairah seks laki-laki.|"

++Lain kisah khasiat tanaman L.| Amara,| lain pula kisah khasiat |Kayu Akway dari Papua.| Ternyata,| resep rahasia Obahorok |Kepala Suku Dani di Papua sehingga mampu melayani 40 orang istri,| plus 1 istri bule dari Amerika |adalah Kayu Akway.| Periset di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan | Obat (BALITTRO),| yaitu Dr.| Ir.| Nurliana Bermawie dan | Cahyaningsih,| Agus Herdata dari Fakultas Pertanian |Institut Pertanian Bogor dan | M.| Syakir dari Pusat Penelitian |Pengembangan Perkebunan yang| tergabung dalam Tim Peneliti Akway dalam |Program Kerjasama Kemitraan Penelitian Pertanian dengan| Perguruan Tinggi memberikan pernyataan bahwa,| "Penelitian dengan metode yang ilmiah telah membuktikan |kulit kayu pohon Akway (Drymis sp) berkhasiat sebagai afrodisiak.| Kulit batang berwarna merah dan | aromatiknya mampu |meningkatkan kadar testosteron dan | gairah seksual.|"

Teknisi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan | Obat,| Wawan Lukman yang| mencoba mengikuti |petuah kepala adat di Manokwari Papua,| yaitu ketika akan pergi ke Arfak |meminum ramuan Kayu Akway mendapati hasil yang| luar biasa.| Berjalan kaki selama 9 jam |hingga ke dataran tinggi Arfak dia tetap bugar.| Rekannya,| peneliti Balittro,| Ir Budi Martono,| yang| saat itu tidak meminum rebusan Akway |hanya mampu berjalan kaki 4 jam,| di ketinggian 600 m di atas prmukaan laut,| Budi menyerah dan kembali turun gunung.|

Bagi Anda yang| ingin mencoba khasiat |dua tanaman asli Indonesia ini tidak perlu bingung |atau repot pergi ke Sulawesi dan | Papua.| Rajangan kayu L.| Amara dan | serbuk Kayu Akway kini telah dihadirkan |dalam bentuk Jamu Seduh SanregoPlus yang| juga diperkaya dengan| ekstrak pasak bumi dan | ginseng sehingga khasiatnya lebih lengkap dan | lebih SUPER.|

Jamu Seduh SanregoPlus bermanfaat untuk OBAT IMPOTENSI,| MENGATASI EJAKULASI DINI,| DISFUNGSI EREKSI,| JAMU KUAT,| OBAT KUAT  |dan MASALAH KESUBURAN LELAKI.| Sangat bagus juga bagi laki-laki normal yang| ingin menjaga atau \meningkatkan gairah sexualnya sehingga bisa memberikan |"servis" yang| lebih prima pada pasangannya karena |seperti dimaklumi bersama padatnya aktivitas/ kesibukan,| kelelahan dan | stress yang| banyak dialami oleh kebanyakan orang saat ini |seringkali mengganggu gairah sexualnya.|

Anda yang| memerlukan dan | ingin mencoba khasiat Jamu SanregoPlus tidak perlu khawatir karena harganya ekonomis dan | jauh lebih murah dibandingkan viagra.| Harga SanregoPlus : 1 paket untuk 6x seduh hanya Rp.| 135.|000,| jika 2 paket cuma Rp.| 245.|000,| 3 paket cuma 355.|000,| 4 paket cuma 465.|000,| 5 paket cuma Rp.| 575.|000,| dan harga untuk 10 paket hanya Rp.| 980.|000 PLUS BONUS GRATIS Hajar Jahanam 2 botol atau tambahan 1 paket SanregoPlus |(harga sudah termasuk ongkos kirim untuk pemesan di Pulau Jawa,| untuk pembeli dari luar Jawa ada tambahan biaya kirim yang| disesuaikan dgn lokasi tujuan pengiriman).|

Silahkan pesan Jamu SanregoPlus dari campuran L.| Amara dan | Kayu Akway asli melalui SMS di 081 320 321 322.| Pembayaran melalui transfer bank dan | produk dikirim melalui TIKI/ JNE.| Pembelian langsung bisa datang ke Kantor JNE Kab.| Majalengka,| Jabar,| Jln.| KH.| Abdul Halim,| Samping Gedung PWRI Majalengka.| Produk ini cocok sekali jika dikombinasi dengan| produk oles "HAJAR SA'ADAH".| 

>> Tersedia 100 Macam Produk Herbal - Daftar Lengkap Tertera Di Bagian Bawah Web <<

BUDIDAYA ALPUKAT / AVOKAD ( Persea americana Mill / Persea gratissima Gaerth )

1. SEJARAH SINGKAT

Tanaman alpukat merupakan tanaman buah berupa pohon dengan nama alpuket (Jawa Barat), alpokat (Jawa Timur/Jawa Tengah), boah pokat, jamboo pokat (Batak), advokat, jamboo mentega, jamboo pooan, pookat (Lampung) dan lain-lain.

Tanaman alpukat berasal dari dataran rendah/tinggi Amerika Tengah dan diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18. Secara resmi antara tahun 1920-1930 Indonesia telah mengintroduksi 20 varietas alpukat dari Amerika Tengah dan Amerika Serikat untuk memperoleh varietas-varietas unggul guna meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya di daerah dataran tinggi.

2. JENIS TANAMAN

Berdasarkan sifat ekologis, tanaman alpukat terdiri dari 3 tipe keturunan/ras, yaitu:

1) Ras Meksiko

Berasal dari dataran tinggi Meksiko dan Equador beriklim semi tropis dengan ketinggian antara 2.400-2.800 m dpl. Ras ini mempunyai daun dan buahnya yang berbau adas. Masa berbunga sampai buah bisa dipanen lebih kurang 6 bulan. Buah kecil dengan berat 100-225 gram, bentuk jorong (oval), bertangkai pendek, kulitnya tipis dan licin. Biji besar memenuhi rongga buah. Daging buah mempunyai kandungan minyak/lemak yang paling tinggi. Ras ini tahan terhadap suhu dingin.

2) Ras Guatemala

Berasal dari dataran tinggi Amerika Tengah beriklim sub tropis dengan ketinggian sekitar 800-2.400 m dpl. Ras ini kurang tahan terhadap suhu dingin (toleransi sampai -4,5 derajat C). Daunnya tidak berbau adas. Buah mempunyai ukuran yang cukup besar, berat berkisar antara 200-2.300 gram, kulit buah tebal, keras, mudah rusak dan kasar (berbintil-bintil). Masak buah antara 9-12 bulan sesudah berbunga. Bijinya relatif berukuran kecil dan menempel erat dalam rongga, dengan kulit biji yang melekat. Daging buah mempunyai kandungan minyak yang sedang.

3) Ras Hindia Barat

Berasal dari dataran rendah Amerika Tengah dan Amerika Selatan yang beriklim tropis, dengan ketinggian di bawah 800 m dpl. Varietas ini sangat peka terhadap suhu rendah, dengan toleransi sampai minus 2 derajat C. Daunnya tidak berbau adas, warna daunnya lebih terang dibandingkan dengan kedua ras yang lain. Buahnya berukuran besar dengan berat antara 400-2.300 gram, tangkai pendek, kulit buah licin agak liat dan tebal. Buah masak 6-9 bulan sesudah berbunga. Biji besar dan sering lepas di dalam rongga, keping biji kasar. Kandungan minyak dari daging buahnya paling rendah.

Varietas-varietas alpukat di Indonesia dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:

1) Varietas unggul

Sifat-sifat unggul tersebut antara lain produksinya tinggi, toleran terhadap hama dan penyakit, buah seragam berbentuk oval dan berukuran sedang, daging buah berkualitas baik dan tidak berserat, berbiji kecil melekat pada rongga biji, serta kulit buahnya licin. Sampai dengan tanggal 14 Januari 1987, Menteri Pertanian telah menetapkan 2 varietas alpukat unggul, yaitu alpukat ijo panjang dan ijo bundar. Sifat-sifat kedua varietas tersebut antara lain:

a. Tinggi pohon: alpukat ijo panjang 5-8 m, alpukat ijo bundar 6-8 m.

b. Bentuk daun: alpukat ijo panjang bulat panjang dengan tepi rata, alpukat ijo bundar bulat panjang dengan tepi berombak.

c. Berbuah: alpukat ijo panjang terus-menerus, tergantung pada lokasi dan kesuburan lahan, alpukat ijo bundar terus-menerus, tergantung pada lokasi dan kesuburan lahan.

d. Berat buah: alpukat ijo panjang 0,3-0,5 kg, alpukat ijo bundar 0,3-0,4 kg

e. Bentuk buah: alpukat ijo panjang bentuk pear (pyriform), alpukat ijo bundar lonjong (oblong).

f. Rasa buah: alpukat ijo panjang enak, gurih, agak lunak, alpukat ijo bundar enak, gurih, agak kering.

g. Diameter buah: alpukat ijo panjang 6,5-10 cm (rata-rata 8 cm), alpukat ijo bundar 7,5 cm.

h. Panjang buah: alpukat ijo panjang 11,5-18 cm (rata-rata 14 cm), alpukat ijo bundar 9 cm.

i. Hasil: alpukat ijo panjang 40-80 kg /pohon/tahun (rata-rata 50 kg), alpukat ijo bundar 20-60 kg/pohon/tahun (rata-rata 30 kg).

2) Varietas lain

Varietas alpukat kelompok ini merupakan plasma nutfah Instalasi Penelitian dan

Pengkajian Teknologi, Tlekung, Malang. Beberapa varietas alpukat yang terdapat

di kebun percobaan Tlekung, Malang adalah alpukat merah panjang, merah bundar, dickson, butler, winslowson, benik, puebla, furete, collinson, waldin, ganter, mexcola, duke, ryan, leucadia, queen dan edranol.

3. MANFAAT TANAMAN

Bagian tanaman alpukat yang banyak dimanfaatkan adalah buahnya sebagai makanan buah segar. Selain itu pemanfaatan daging buah alpukat yang biasa dilakukan masyarakat Eropa adalah digunakan sebagai bahan pangan yang diolah dalam berbagai masakan. Manfaat lain dari daging buah alpukat adalah untuk bahan dasar kosmetik. Bagian lain yang dapat dimanfaatkan adalah daunnya yang muda sebagai obat tradisional (obat batu ginjal, rematik).

4. SENTRA PENANAMAN

Negara-negara penghasil alpukat dalam skala besar adalah Amerika (Florida, California, Hawaii), Australia, Cuba, Argentina, dan Afrika Selatan. Dari tahun ke tahun Amerika mempunyai kebun alpukat yang senantiasa meningkat.

Di Indonesia, tanaman alpukat masih merupakan tanaman pekarangan, belum dibudidayakan dalam skala usahatani. Daerah penghasil alpukat adalah Jawa Barat, Jawa Timur, sebagian Sumatera, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara.

5. SYARAT PERTUMBUHAN

5.1. Iklim

1) Angin diperlukan oleh tanaman alpukat, terutama untuk proses penyerbukan.

Namun demikian angin dengan kecepatan 62,4-73,6 km/jam dapat dapat mematahkan ranting dan percabangan tanaman alpukat yang tergolong lunak, rapuh dan mudah patah.

2) Curah hujan minimum untuk pertumbuhan adalah 750-1000 mm/tahun. Ras Hindia Barat dan persilangannya tumbuh dengan subur pada dataran rendah beriklim tropis dengan curah hujan 2500 mm/tahun. Untuk daerah dengan curah hujan kurang dari kebutuhan minimal (2-6 bulan kering), tanaman alpukat masih dapat tumbuh asal kedalaman air tanah maksimal 2 m.

3) Kebutuhan cahaya matahari untuk pertumbuhan alpukat berkisar 40-80 %.

Untuk ras Meksiko dan Guatemala lebih tahan terhadap cuaca dingin dan iklim kering, bila dibandingkan dengan ras Hindia Barat.

4) Suhu optimal untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara 12,8-28,3 derajat C.

Mengingat tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, tanaman alpukat dapat mentolerir suhu udara antara 15-30 derajat C atau lebih. Besarnya suhu kardinal tanaman alpukat tergantung ras masing-masing, antara lain ras Meksiko memiliki daya toleransi sampai –7 derajat C, Guatemala sampai -4,5 derajat C, dan Hindia Barat sampai 2 derajat C.

5.2. Media Tanam

1) Tanaman alpukat agar tumbuh optimal memerlukan tanah gembur, tidak mudah tergenang air, (sistem drainase/pembuangan air yang baik), subur dan banyak mengandung bahan organik.

2) Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat adalah jenis tanah lempung berpasir (sandy loam), lempung liat (clay loam) dan lempung endapan

(aluvial loam).

3) Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara pH sedikit asam sampai netral, (5,6-6,4). Bila pH di bawah 5,5 tanaman akan menderita keracunan karena unsur Al, Mg, dan Fe larut dalam jumlah yang cukup banyak. Sebaliknya pada pH di atas 6,5 beberapa unsur fungsional seperti Fe, Mg, dan Zn akan berkurang.

5.3. Ketinggian Tempat

Pada umumnya tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, yaitu 5-1500 m dpl. Namun tanaman ini akan tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan pada ketinggian 200-1000 m dpl. Untuk tanaman alpukat ras Meksiko dan Guatemala lebih cocok ditanam di daerah dengan ketinggian 1000-2000 m dpl., sedangkan ras Hindia Barat pada ketinggian 5-1000 m dpl.

6. PEDOMAN BUDIDAYA

6.1. Pembibitan

1) Persyaratan Bibit

Bibit yang baik antara lain yang berasal dari a) Buah yang sudah cukup tua.

b) Buahnya tidak jatuh hingga pecah.

c) Pengadaan bibit lebih dari satu jenis untuk menjamin kemungkinan adanya persarian bersilang.

2) Penyiapan Bibit

Sampai saat ini bibit alpukat hanya dapat diperoleh secara generatif (melalui biji) dan vegetatif (penyambungan pucuk/enten dan penyambungan mata/okulasi). Dari ketiga cara itu, bibit yang diperoleh dari biji kurang menguntungkan karena tanaman lama berbuah (6-8 tahun) dan ada kemungkinan buah yang dihasilkan berbeda dengan induknya. Sedangkan bibit hasil okulasi maupun enten lebih cepat berbuah (1-4 tahun) dan buah yang didapatkannya mempunyai sifat yang sama dengan induknya.

3) Teknik Penyemaian Bibit

a) Penyambungan pucuk (enten)

Pohon pokok yang digunakan untuk enten adalah tanaman yang sudah berumur 6-7 bulan/dapat juga yang sudah berumur 1 tahun, tanaman berasal dari biji yang berasal dari buah yang telah tua dan masak, tinggi 30 cm/kurang, dan yang penting jaringan pada pangkal batang belum berkayu. Sebagai cabang sambungannya digunakan ujung dahan yang masih muda dan berdiameter lebih kurang 0,7 cm. Dahan tersebut dipotong miring sesuai dengan celah yang ada pada pohon pokok sepanjang lebih kurang 10 cm, kemudian disisipkan ke dalam belahan di samping pohon pokok yang diikat/dibalut. Bahan yang baik untuk mengikat adalah pita karet, plastik, rafia/kain berlilin. Sebaiknya penyambungan pada pohon pokok dilakukan serendah mungkin supaya tidak dapat kuncup pada tanaman pokok.

Enten-enten yang telah disambung diletakkan di tempat teduh, tidak berangin, dan lembab. Setiap hari tanaman disiram, dan untuk mencegah serangan penyakit sebaiknya tanaman disemprot fungisida. Pada musim kering hama tungau putih sering menyerang, untuk itu sebaiknya dicegah dengan semprotan kelthane.

Bibit biasanya sudah dapat dipindahkan ke kebun setelah berumur 9-16 bulan, dan pemindahannya dilakukan pada saat permulaan musim hujan

b) Penyambungan mata (okulasi)

Pembuatan bibit secara okulasi dilakukan pada pohon pangkal berumur 8-10 bulan. Sebagai mata yang akan diokulasikan diambil dari dahan yang sehat, dengan umur 1 tahun, serta matanya tampak jelas. Waktu yang paling baik untuk menempel yaitu pada saat kulit batang semai mudah dilepaskan dari kayunya. Caranya adalah kulit pohon pokok disayat sepanjang 10 cm dan lebarnya 8 mm. Kulit tersebut dilepaskan dari kayunya dan ditarik ke bawah lalu dipotong 6 cm. Selanjutnya disayat sebuah mata dengan sedikit kayu dari cabang mata (enthout), kayu dilepaskan pelan-pelan tanpa merusak mata. Kulit yang bermata dimasukkan di antara kulit dan kayu yang telah disayat pada pohon pokok dan ditutup lagi, dengan catatan mata jangan sampai tertutup. Akhirnya balut seluruhnya dengan pita plastik. Bila dalam 3-5 hari matanya masih hijau, berarti penempelan berhasil.

Selanjutnya 10-15 hari setelah penempelan, tali plastik dibuka. Batang pohon pokok dikerat melintang sedalam setengah diameternya, kira-kira 5-7,5 cm di atas okulasi, lalu dilengkungkan sehingga pertumbuhan mata dapat lebih cepat. Setelah batang yang keluar dari mata mencapai tinggi 1 m, maka bagian pohon pokok yang dilengkungkan dipotong tepat di atas okulasi dan lukanya diratakan, kemudian ditutup dengan parafin yang telah dicairkan. Pohon okulasi ini dapat dipindahkan ke kebun setelah berumur 8-12 bulan dan pemindahan yang paling baik adalah pada saat permulaan musim hujan.

Dalam perbanyakan vegetatif yang perlu diperhatikan adalah menjaga kelembaban udara agar tetap tinggi (+ 80%) dan suhu udara di tempat penyambungan jangan terlalu tinggi (antara 15-25 derajat C). Selain itu juga jangan dilakukan pada musim hujan lebat serta terlalu banyak terkena sinar matahari langsung. Bibit yang berupa sambungan perlu disiram secara rutin dan dipupuk 2 minggu sekali. Pemupukan bisa bersamaan dengan penyiraman, yaitu dengan melarutkan 1-1,5 gram urea/NPK ke dalam 1 liter air. Pupuk daun bisa juga diberikan dengan dosis sesuai anjuran dalam kemasan. Sedangkan pengendalian hama dan penyakit dilakukan bila perlu saja.

6.2. Pengolahan Media Tanam

Lahan untuk tanaman alpukat harus dikerjakan dengan baik; harus bersih dari pepohonan, semak belukar, tunggul-tunggul bekas tanaman, serta batu-batu yang mengganggu. Selanjutnya lahan dicangkul dalam atau ditraktor, lalu dicangkul halus

2-3 kali. Pengerjaan lahan sebaiknya dilakukan saat musim kering sehingga penanaman nantinya dapat dilakukan pada awal atau saat musim hujan.

6.3. Teknik Penanaman

1) Pola Penanaman

Pola penanaman alpukat sebaiknya dilakukan secara kombinasi antara varietas- varietasnya. Hal ini mengingat bahwa kebanyakan varietas tanaman alpukat tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri, kecuali varietas ijo panjang yang memiliki tipe bunga A. Ada 2 tipe bunga dari beberapa varietas alpukat di Indonesia, yaitu tipe A dan tipe B. Varietas yang tergolong tipe bunga A adalah ijo panjang, ijo bundar, merah panjang, merah bundar, waldin, butler, benuk, dickinson, puebla, taft, dan hass. Sedangkan yang tergolong tipe B adalah collinson, itszamma, winslowsaon, fuerte, lyon, nabal, ganter, dan queen. Penyerbukan silang hanya terjadi antara kedua tipe bunga. Oleh karena itu, penanaman alpukat dalam suatu lahan harus dikombinasi antara varietas yang memiliki tipe bunga A dan tipe bunga B sehingga bunga-bunganya saling menyerbuki satu sama lain.

2) Pembuatan Lubang Tanam

a) Tanah digali dengan ukuran panjang, lebar, dan tinggi masing-masing 75 cm. Lubang tersebut dibiarkan terbuka selama lebih kurang 2 minggu. b) Tanah bagian atas dan bawah dipisahkan.

c) Lubang tanam ditutup kembali dengan posisi seperti semula. Tanah bagian atas dicampur dulu dengan 20 kg pupuk kandang sebelum dimasukkan ke dalam lubang.

d) Lubang tanam yang telah tertutup kembali diberi ajir untuk memindahkan mengingat letak lubang tanam.

3) Cara Penanaman

Waktu penanaman yang tepat adalah pada awal musim hujan dan tanah yang ada dalam lubang tanam tidak lagi mengalami penurunan. Hal yang perlu diperhatikan adalah tanah yang ada dalam lubang tanam harus lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Hal ini untuk menghindari tergenangnya air bila disirami atau turun hujan. Langkah-langkah penanaman adalah sebagai berikut:

a) Lubang tanam yang telah ditutup, digali lagi dengan ukuran sebesar wadah bibit.

b) Bibit dikeluarkan dari keranjang atau polibag dengan menyayatnya agar gumpalan tanah tetap utuh.

c) Bibit beserta tanah yang masih menggumpal dimasukkan dalam lubang setinggi leher batang, lalu ditimbun dan diikatkan ke ajir.

d) Setiap bibit sebaiknya diberi naungan untuk menghindari sinar matahari secara

langsung, terpaan angin, maupun siraman air hujan. Naungan tersebut dibuat miring dengan bagian yang tinggi di sebelah timur. Peneduh ini berfungsi sampai tumbuh tunas-tunas baru atau lebih kurang 2-3 minggu.

6.4. Pemeliharaan Tanaman

1) Penyiangan

Gulma banyak tumbuh di sekitar tanaman karena di tempat itu banyak terdapat zat hara. Selain merupakan saingan dalam memperoleh makanan, gulma juga merupakan tempat bersarangnya hama dan penyakit. Oleh karena itu, agar tanaman dapat tumbuh dengan baik maka gulma-gulma tersebut harus disiangi (dicabut) secara rutin.

2) Penggemburan Tanah

Tanah yang setiap hari disiram tentu saja akan semakin padat dan udara di dalamnya semakin sedikit. Akibatnya akar tanaman tidak dapat leluasa menyerap unsur hara. Untuk menghindarinya, tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan dengan hati-hati agar akar tidak putus.

3) Penyiraman

Bibit yang baru ditanam memerlukan banyak air, sehingga penyiraman perlu dilakukan setiap hari. Waktu yang tepat untuk menyiram adalah pagi/sore hari, dan bila hari hujan tidak perlu disiram lagi.

4) Pemangkasan Tanaman

Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang-cabang yang tumbuh terlalu rapat atau ranting-ranting yang mati. Pemangkasan dilakukan secara hati-hati agar luka bekas pemangkasan terhindar dari infeksi penyakit dan luka bekas pemangkasan sebaiknya diberi fungisida/penutup luka.

5) Pemupukan

Dalam pembudidayaan tanaman alpukat diperlukan program pemupukan yang baik dan teratur. Mengingat sistem perakaran tanaman alpukat, khususnya akar- akar rambutnya, hanya sedikit dan pertumbuhannya kurang ekstensif maka pupuk harus diberikan agak sering dengan dosis kecil.

Jumlah pupuk yang diberikan tergantung pada umur tanaman. Bila program pemupukan tahunan menggunakan pupuk urea (45% N), TSP (50% P), dan KCl (60% K) maka untuk tanaman berumur muda (1-4 tahun) diberikan urea, TSP, dan KCl masing-masing sebanyak 0,27-1,1 kg/pohon, 0,5-1 kg/pohon dan 0,2-0,83 kg/pohon. Untuk tanaman umur produksi (5 tahun lebih) diberikan urea, TSP, dan KCl masing-masing sebanyak 2,22-3,55 kg/pohon, 3,2 kg/pohon, dan 4 kg/pohon. Pupuk sebaiknya diberikan 4 kali dalam setahun.

Mengingat tanaman alpukat hanya mempunyai sedikit akar rambut, maka sebaiknya pupuk diletakkan sedekat mungkin dengan akar. Caranya dengan menanamkan pupuk ke dalam lubang sedalam 30-40 cm, di mana lubang tersebut dibuat tepat di bawah tepi tajuk tanaman, melingkari tanaman.

7. HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama pada Daun

1) Ulat kipat (Cricula trisfenestrata Helf)

Ciri: Panjang tubuh 6 cm, berwarna hitam bercak-bercak putih dan dipenuhi rambut putih. Kepala dan ekor berwarna merah menyala. Gejala: Daun-daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. Pada serangan yang hebat, daun habis sama sekali tetapi tanaman tidak akan mati, dan terlihat kepompong bergelantungan. Pengendalian: Menggunakan insektisida yang mengandung bahan aktif

monokrotofos atau Sipermetein, misal Cymbush 50 EC dengan dosis 1-3 cc/liter atau Azodrin 15 WSC dengan dosis 2-3 cc/liter.

2) Ulat kupu-kupu gajah (Attacus atlas L.)

Ciri: Sayap kupu-kupu dapat mencapai ukuran 25 cm dengan warna coklat kemerahan dan segitiga tansparan. Ulat berwarna hijau tertutup tepung putih, panjang 15 cm dan mempunyai duri yang berdaging. Pupa terdapat di dalam kepompong yang berwarna coklat. Gejala: Sama dengan gejala serangan ulat kipat, tetapi kepompong tidak bergelantungan melainkan terdapat di antara daun. Pengendalian: Sama dengan pemberantasan ulat kipat.

3) Aphis gossypii Glov/A. Cucumeris, A. cucurbitii/Aphis kapas.

Ciri: Warna tubuh hijau tua sampai hitam atau kunig coklat. Hama ini mengeluarkan embun madu yang biasanya ditumbuhi cendawan jelaga sehingga daun menjadi hitam dan semut berdatangan. Gejala: Pertumbuhan tanaman terganggu. Pada serangan yang hebat tanaman akan kerdil dan terpilin. Pengendalian: Disemprot dengan insektisida berbahan aktif asefat/dimetoat, misalnya Orthene 75 SP dengan dosis 0,5-0,8 gram/liter atau Roxion 2 cc/liter.

4) Kutu dompolan putih (Pseudococcus citri Risso)/Planococcus citri Risso

Ciri: Bentuk tubuh elips, berwarna coklat kekuningan sampai merah oranye, tertutup tepung putih, ukuran tubuh 3 mm, mempunyai tonjolan di tepi tubuh dengan jumlah 14-18 pasang dan yang terpanjang di bagian pantatnya. Gejala: Pertumbuhan tanaman terhambat dan kurus. Tunas muda, daun, batang, tangkai bunga, tangkai buah, dan buah yang terserang akan terlihat pucat, tertutup massa berwarna putih, dan lama kelamaan kering. Pengendalian: Disemprot dengan insektisida yang mengandung bahan aktif formotion, monokrotofos, dimetoat, atau karbaril. Misalnya anthion 30 EC dosis 1-1,5 liter/ha, Sevin 85 S dosis 0,2% dari konsentrasi fomula.

5) Tungau merah (Tetranychus cinnabarinus Boisd)

Ciri: Tubuh tungau betina berwarna merah tua/merah kecoklatan, sedangkan tungau jantan hijau kekuningan/kemerahan. Terdapat beberapa bercak hitam, kaki dan bagian mulut putih, ukuran tubuh 0,5 mm. Gejala: Permukaan daun berbintik-bintik kuning yang kemudian akan berubah menjadi merah tua seperti karat. Di bawah permukaan daun tampak anyaman benang yang halus. Serangan yang hebat dapat menyebabkan daun menjadi layu dan rontok. Pengendalian: Disemprot dengan akarisida Kelthan MF yang mengandung bahan aktif dikofoldan, dengan dosis 0,6-1 liter/ha.

7.2. Hama pada Buah

1) Lalat buah Dacus (Dacus dorsalis Hend.)

Ciri: Ukuran tubuh 6 - 8 mm dengan bentangan sayap 5 - 7 mm. Bagian dada berwarna coklat tua bercak kuning/putih dan bagian perut coklat muda dengan pita coklat tua. Stadium larva berwarna putih pada saat masih muda dan kekuningan setelah dewasa, panjang tubuhnya 1 cm. Gejala: Terlihat bintik hitam/bejolan pada permukaan buah, yang merupakan tusukan hama sekaligus tempat untuk meletakkan telur. Bagian dalam buah berlubang dan busuk karena dimakan larva. Pengendalian: Dengan umpan minyak citronella/umpan protein malation akan mematikan lalat yang memakannya. Penyemprotan insektisida dapat dilakukan antara lain dengan Hostathion 40 EC yang berbahan aktif triazofos dosis 2 cc/liter dan tindakan yang paling baik adalah memusnahkan semua buah yang terserang atau membalik tanah agar larva terkena sinar matahari dan mati.

2) Codot (Cynopterus sp)

Ciri: Tubuh seperti kelelawar tetapi ukurannya lebih kecil menyerang buah-buahan pada malam hari. Gejala: Terdapat bagian buah yang berlubang bekas gigitan. Buah yang terserang hanya yang telah tua, dan bagian yang dimakan adalah daging buahnya saja. Pengendalian: Menangkap codot menggunakan jala/menakut-nakutinya menggunakan kincir angin yang diberi peluit sehingga dapat menimbulkan suara.

7.3. Hama pada Cabang/Ranting

1) Kumbang bubuk cabang (Xyleborus coffeae Wurth / Xylosandrus morigerus Bldf).

Ciri: Kumbang yang lebih menyukai tanaman kopi ini berwarna coklat tua dan berukuran 1,5 mm. Larvanya berwarna putih dan panjangnya 2 mm. Gejala: Terdapat lubang yang menyerupai terowongan pada cabang atau ranting. Terowongan itu dapat semakin besar sehingga makanan tidak dapat tersalurakan ke daun, kemudian daun menjadi layu dan akhirnya cabang atau ranting tersebut mati. Pengendalian: Cabang/ranting yang terserang dipangkas dan dibakar. Dapat juga disemprot insektisida berbahan aktif asefat atau diazinon yang terkandung dalam Orthene 75 SP dengan dosis pemberian 0,5-0,8 gram/liter dan Diazinon 60 EC dosis 1-2 cc/liter.

7.4. Penyakit yang disebabkan Jamur

1) Antraknosa

Penyebab: Jamur Colletotrichum gloeosporioides (Penz.) sacc. Yang mempunyai miselium berwarna cokleat hijau sampai hitam kelabu dan sporanya berwarna jingga. Gejala: Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman, kecuali akar. Bagian yang terinfeksi berwarna cokelat karat, kemudian daun, bunga, buah/cabang tanaman yang terserang akan gugur. Pengendalian: Pemangkasan ranting dan cabang yang mati. Penelitian buah dilakukan agak awal (sudah tua tapi belum matang). Dapat juga disemprot dengan fungisida yang berbahan aktif maneb seperti pada Velimex 80 WP. Fungisida ini diberikan 2 minggu sebelum pemetikan dengan dosis 2-2,5 gram/liter.

2) Bercak daun atau bercak cokelat

Penyebab: cercospora purpurea Cke./dikenal juga dengan Pseudocercospora

purpurea (Cke.) Derghton. Jamur ini berwarna gelap dan menyukai tempat lembab. Gejala: bercak cokelat muda dengan tepi cokelat tua di permukaan daun atau buah. Bila cuaca lembab, bercak cokelat berubah menjadi bintik-bintik kelabu. Bila dibiarkan, lama-kelamaan akan menjadi lubang yang dapat dimasuki organisme lain. Pengendalian: Penyemprotan fungisida Masalgin 50 WP yang

mengandung benomyl, dengan dosis 1-2 gram/liter atau dapat juga dengan mengoleskan bubur Bordeaux.

3) Busuk akar dan kanker batang

Penyebab: Jamur Phytophthora yang hidup saprofit di tanah yang mengandung bahan organik, menyukai tanah basah dengan drainase jelek. Gejala: Bila tanaman yang terserang akarnya maka pertumbuhannya menjadi terganggu, tunas mudanya jarang tumbuh. Akibat yang paling fatal adalah kematian pohon. Bila batang tanaman yang terserang maka akan tampak perubahan warna kulit pada pangkal batang. Pengendalian: drainase perlu diperbaiki, jangan sampai ada air yang menggenang/ dengan membongkar tanaman yang terserang kemudian diganti dengan tanaman yang baru.

4) Busuk buah

Penyebab: Botryodiplodia theobromae pat. Jamur ini menyerang apabila ada luka pada permukaan buah. Gejala: Bagian yang pertama kali diserang adalah ujung tangkai buah dengan tanda adanya bercak cokelat yang tidak teratur, yang kemudian menjalar ke bagian buah. Pada kulit buah akan timbul tonjolan-tonjolan kecil. Pengendalian: Oleskan bubur Bordeaux/ semprotkan fungisida Velimex 80 WP yang berbahan aktif Zineb, dengan dosis 2-2,5 gram/liter.

8. PANEN

8.1. Ciri dan Umur Panen

Ciri-ciri buah yang sudah tua tetapi belum masak adalah:

a) warna kulit tua tetapi belum menjadi cokelat/merah dan tidak mengkilap;

b) bila buah diketuk dengan punggung kuku, menimbulkan bunyi yang nyaring;

c) bila buah digoyang-goyang, akan terdengar goncangan biji.

Penetapan tingkat ketuaan buah tersebut memerlukan pengalaman tersendiri. Sebaiknya perlu diamati waktu bunga mekar sampai enam bulan kemudian, karena buah alpukat biasanya tua setelah 6-7 bulan dari saat bunga mekar. Untuk memastikannya, perlu dipetik beberapa buah sebagai contoh. Bila buah-buah contoh tersebut masak dengan baik, tandanya buah tersebut telah tua dan siap dipanen.

8.2. Cara Panen

Umumnya memanen buah alpukat dilakukan secara manual, yaitu dipetik menggunakan tangan. Apabila kondisi fisik pohon tidak memungkinkan untuk dipanjat, maka panen dapat dibantu dengan menggunakan alat/galah yang diberi tangguk kain/goni pada ujungnya/tangga. Saat dipanen, buah harus dipetik/dipotong bersama sedikit tangkai buahnya (3-5 cm) untuk mencegah memar, luka/infeksi pada bagian dekat tangkai buah.

8.3. Periode Panen

Biasanya alpukat mengalami musim berbunga pada awal musim hujan, dan musim berbuah lebatnya biasanya pada bulan Desember, Januari, dan Februari. Di Indonesia yang keadaan alamnya cocok untuk pertanaman alpukat, musim panen dapat terjadi setiap bulan.

8.4. Prakiraan Produksi

Produksi buah alpukat pada pohon-pohon yang tumbuh dan berbuah baik dapat mencapai 70-80 kg/pohon/tahun. Produksi rata-rata yang dapat diharapkan dari setiap pohon berkisar 50 kg.

9. PASCAPANEN

9.1. Pencucian

Pencucian dimaksudkan untuk menghilangkan segala macam kotoran yang menempel sehingga mempermudah penggolongan/penyortiran. Cara pencucian tergantung pada kotoran yang menempel.

9.2. Penyortiran

Penyortiran buah dilakukan sejak masih berada di tingkat petani, dengan tujuan memilih buah yang baik dan memenuhi syarat, buah yang diharapkan adalah yang memiliki ciri sebagai berikut:

1. Tidak cacat, kulit buah harus mulus tanpa bercak.

2. Cukup tua tapi belum matang.

3. Ukuran buah seragam. Biasanya dipakai standar dalam 1 kg terdiri dari 3 buah atau berbobot maksimal 400 g.

4. Bentuk buah seragam. Pesanan paling banyak adalah yang berbentuk lonceng.

Buah yang banyak diminta importir untuk konsumen luar negeri adalah buah alpukat yang dagingnya berwarna kuning mentega tanpa serat. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, semua syarat tadi tidak terlalu diperhitungkan.

9.3. Pemeraman dan Penyimpanan

Alpukat baru dapat dikonsumsi bila sudah masak. Untuk mencapai tingkat kemasan ini diperlukan waktu sekitar 7 hari setelah petik (bila buah dipetik pada saat sudah cukup ketuaannya). Bila tenggang waktu tersebut akan dipercepat, maka buah harus diperam terlebih dulu. Untuk keperluan ekspor, tidak perlu dilakukan pemeraman karena tenggang waktu ini disesuaikan dengan lamanya perjalanan untuk sampai di tempat tujuan.

Cara pemeraman alpukat masih sangat sederhana. Pada umumnya hanya dengan memasukkan buah ke dalam karung goni, kemudian ujungnya diikat rapat. Setelah itu karung diletakkan di tempat yang kering dan bersih.

Karena alpukat mempunyai umur simpan hanya sampai sekitar 7 hari (sejak petik sampai siap dikonsumsi), maka bila ingin memperlambat umur simpan tersebut dapat dilakukan dengan menyimpannya dalam ruangan bersuhu 5 derajat C. Dengan cara tersebut, umur penyimpanan dapat diperlambat samapai 30-40 hari.

9.4. Pengemasan dan Pengangkutan

Kemasan adalah wadah/tempat yang digunakan untuk mengemas suatu komoditas. Kemasan untuk pasar lokal berbeda dengan yang untuk diekspor. Untuk pemasaran

di dalam negeri, buah alpukat dikemas dalam karung-karung plastik/keranjang, lalu diangkut dengan menggunakan truk. Sedangkan kemasan untuk ekspor berbeda lagi, yaitu umumnya menggunakan kotak karton berkapasitas 5 kg buah alpukat. Sebelum dimasukkan ke dalam kotak karton, alpukat dibungkus kertas tissue, kemudian diatur sususannya dengan diselingi penyekat yang terbuat dari potongan karton.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN

Walaupun keuntungan bertanam alpukat di Indonesia belum begitu bisa dirasakan karena pengelolaannya tidak intensif, namun karena permintaannya naik maka pertanaman alpukat dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. Prospek ke depan bisnis alpukat semakin cerah sehubungan dengan semakin terbukanya peluang pasar. Tetapi sayangnya masih banyak wilayah yang merupakan sentra produksi belum tergali, sehingga kesulitan mendapatkan buah masih tetap dirasakan oleh

para pedagang, baik di pasar lokal maupun eksportir.

Alpukat merupakan salah satu jenis buah bergizi tinggi yang semakin banyak diminati. Hal ini terlihat dari banyaknya permintaan alpukat di pasaran. Sebagai contoh, seorang grosir membutuhkan alpukat 12-20 ton/minggu untuk pedagang pengecer di Bogor.

Selain di pasar lokal, pasar luar negeri pun berhasil ditembusnya. Mula-mula hanya Singapura dan Belanda, kemudian menyusul Saudi Arabia, Perancis, dan Brunei Darussalam. Impor Perancis pada tahun 1989 sebanyak 3.790 kg dengan nilai 379 US$, dan pada tahun 1990 meningkat menjadi 5.749 kg dengan nilai 10.876 US$.

Situasi harga di tingkat petani memang relatif bervariasi dibandingkan dengan di tingkat pengecer. Harga setiap kilogram di tingkat petani di daerah Garut pada tahun

1991 berkisar antara Rp 200,- sampai Rp 600,-. Seangkan di tingkat pengecer biasanya lebih stabil, dan harga bisa mencapai Rp 700,- sampai Rp 1.750,-/kg. Adanya perbedaan harga yang cukup besar tersebut antara lain disebabkan karena

di tingkat pengecer risiko kerusakannya lebih tinggi.

11. STANDAR PRODUKSI

11.1. Ruang Lingkup

Standar produksi ini meliputi: syarat mutu, cara pengujian mutu, cara pengambilan contoh dan cara pengemasan.

11.2. Diskripsi

Alpukat adaalah buah tanaman apaokat (Persea Americana MILL) dalam keadaan cukup tua, utuh, segar dan bersih.

11.3. Klasifikasi dan Standar Mutu

Alpokat digolongkan dalam 3 macam ukuran berdasarkan berat, yaitu:

a) Alpokat besar : 451-550 gram/buah

b) Alpokat sedang : 351-450 gram/buah

c) Alpokat kecil : 250-350 gram/buah

Sedangkan syarat mutu adalah sebagai berikut:

a) Kesamaan sifat varietas: mutu I seragam; mutu II seragam; cara pengujian organoleptik

b) Tingkat ketuaan: mutu I tua tapi tidak terlalu matang; mutu II tua tapi tidak terlalu matang; cara pengijian organoleptik

c) Bentuk: mutu I normal; mutu II kurang normal; cara pengujian organoleptik

d) Kekerasan: mutu I keras; mutu II keras; cara pengujian Organoleptik

e) Ukuran: mutu I seragam; mutu II kurang seragam; cara pengujian SP-SMP-309-1981

f) Kerusakan (bobot/bobot): mutu I maks 5%; mutu II 10%; cara pengujian SP-SMP-310-1981

g) Busuk (bobot/bobot): mutu I maks 1%; mutu II 2%; cara pengujian SP-SMP-311-1981

h) Kotoran: mutu I bebas; mutu II bebas; cara pengujian organoleptik

11.5. Pengambilan Contoh

Setiap kemasan diambil contohnya sebanyak 3 kg dari bagian atas, tengah dan bawah. Contoh tersebut dicampur merata tanpa menimbulkan kerusakan, kemudian dibagi 4 dan dua bagian diambil secara diagonal. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai contoh mencapai 3 kg untuk dianalisa.

a) Jumlah kemasan dalam partai: 1 sampai 100, minimum jumlah contoh yang diambil 5.

b) Jumlah kemasan dalam partai: 101 sampai 300, minimum jumlah contoh yang diambil 7.

c) Jumlah kemasan dalam partai: 301 sampai 500, minimum jumlah contoh yang diambil 9.

d) Jumlah kemasan dalam partai: 501 sampai 1000, minimum jumlah contoh yang diambil 10.

e) Jumlah kemasan dalam partai: lebih dari 1000, minimum jumlah contoh yang diambil 15.

Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum.

11.6. Pengemasan

Buah alpukat disajikan dalam bentuk utuh dan segar, dikemas dalam keranjang bambu/bahan lain yang sesuai dengan/tanpa bahan penyekat, ditutup dengan anyaman bambu/bahan lain, kemudian diikat dengan tali bambu/bahan lain. Isi kemasan tidak melebihi permukaan kemasan dengan berat bersih maksimum 20 kg.

Di bagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang, golongan ukuran, jenis mutu, daerah asal, nama/kode perusahaan/eksportir, berat bersih, hasil Indonesia dan tempat/negara tujuan.

Sumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS

HAJAR SAADAH | HAJAR JAHANAM
SOLUSI CEPAT ATASI EJAKULASI DINI 

Ejakulasi dini |merupakan salah satu masalah yang| banyak dikeluhkan oleh banyak pria |bersama pasangannya.| Seseorang bisa dikatakan |mengalami ejakulasi dini adalah |saat ia mengeluarkan sperma sebelum saat yang| diinginkannya atau terlalu cepat menyebabkan |pasangannya tidak terpuaskan.| Hal ini jika dibiarkan |dapat berujung pada |masalah rumah tangga.|

50% keluhan ejakulasi dini |terjadi pada kaum muda |dan 1 dari 3 pria dewasa melaporkan bahwa |ejakulasi mereka lebih cepat dari yang| diharapkan.| Pada pria yang| telah menikah,| 30-40 % mengalami ejakulasi dini.| Banyak pria yang| akhirnya mengalami kesulitan |dalam mencapai & mempertahankan ereksi juga |diawali dari kondisi Ejakulasi Dini yang| lama tidak diobati.|

Tapi kini anda yang| mengalami masalah tersebut |tidak perlu khawatir,| bingung atau stress lagi.| Obat oles yang| sudah sangat populer di India |dan Mesir yaitu “HAJAR SA’ADAH” / "HAJAR JAHANAM" |akan MENGATASI EJAKULASI DINI |dengan SPONTAN.| Namanya saja bisa dibilang cukup fenomenal |yaitu ada yang| menyebutnya HAJAR SA'ADAH yang| artinya batu surga |dan ada juga yang| menyebutnya HAJAR JAHANAM yang| artinya batu neraka.|

Di negeri asalnya |khasiat obat ini sudah dikenal turun temurun |dan diakui kehebatannya.| “HAJAR SA’ADAH” / "HAJAR JAHANAM" yang| merupakan barang langka yang| sangat laku di pasaran |dan tidak mudah didapatkan walaupun di negeri asalnya sendiri |sebenarnya adalah getah mengeras yang| di ambil dari tumbuh-tumbuhan tertentu yang| hanya ada di Mesir |dan India yang| kemudian |di olah pakar-pakar peramu obat tradisional |untuk menangkal terjadinya ejakulasi dini.|

“HAJAR SA’ADAH” atau "HAJAR JAHANAM" ini sangat populer |bagi orang-orang Indonesia yang| tinggal di Mesir ataupun pernah singgah di Mesir |serta populer juga dibeberapa |kalangan jemaah haji Indonesia |karena bisa juga didapatkan di Saudi Arabia |sehingga seringkali ada orang Indonesia yang| memesan “HAJAR SA’ADAH” atau "HAJAR JAHANAM" kepada mereka yang| akan menunaikan ibadah haji.| Tapi kini Anda yang| berminat,| sudah biasa atau pernah pakai |dan menginginkannya lagi |tidak perlu repot nitip-nitip ke kenalan anda di Mesir |atau jemaah haji karena |produk “HAJAR SA’ADAH” atau| "HAJAR JAHANAM" bisa didapatkan disini.|

Pemakaian “HAJAR SA’ADAH” / "HAJAR JAHANAM" |adalah |dengan cara dioleskan |dibagian paling sensitif (permukaan bagian bawah),,| diamkan selama 15 menit |dan setelah itu dicuci hingga bersih |dengan sabun sebelum melakukan hubungan.| Ini merupakan obat oles luar yang| murni alami |dan aman buat kulit sehingga |tidak perlu khawatir dari ketergantungan |dan efek samping kimia dalam tubuh,| sangat berbeda |dengan obat-obatan kimia yang| harus diminum seperti viagra.| Cocok sekali jika dikombinasikan |dengan SanregoPlus.|

Testimoni Para Pengguna :
Sungguh bahagia sekali setelah menggunakannya,| saya rasakan keperkasaan |sebagai seorang suami.| (SURABAYA).|

Saya sering menggunakan “SA’ADAH” |dan selalu merekomendasikan kepada teman - teman yang| mengeluhkan masalah ejakulasi dini.| Mereka pun PUAS seperti saya.| (TASIKMALAYA).|

Efek yang| dirasakan adalah rasa hangat |dan sedikit kebal ketika dioleskan.| Sensasi tetap terasa normal ketika berhubungan,| |dan hebatnya waktu klimak bisa berjam-jam atau bahkan juga diatur sesuai keinginan.| (JABAR).|

Pemesanan :
Pesan melalui SMS di 081 320 321 322.|

PERMANEN MR. P ENLARGEMENT
MINYAK OLES UNTUK MEMPERBESAR UKURAN MR. P 

Permanent Mr.| P Enlargement.| Ramuan ini merupakan produk inovasi,| yang bermanfaat untuk |meningkatkan kemampuan alat kejantanan pria,| menambah ukuran dan| melawan ejakulasi dini.|

Bahan yang di pergunakan |sepenuhnya alami,| campuran dari beberapa minyak |dan ramuan tradisional,| hasilnya dapat dilihat |pada 3 kali pemakaian.| Produk ini memiliki sifat |aromatik alami yang harum,| terkesan lembut dan nyaman |dalam pemakaiannya.| Bebas bahan kimia |dan tanpa efek samping.|

Khasiat dari |minyak ini :
MENAMBAH |UKURAN ALAT VITAL,| Mengeraskan (hard rock erection),| Tahan lama dalam berhubungan |(Long Lasting),| Melancarkan peredaran darah |pada vital,|  MENGATASI EJAKULASI DINI,| Mampu melakukan |hubungan intim berkali-kali |dalam satu malam (di pengaruhi pula |oleh kondisi tubuh).|

Cara pesan :
Harga Rp.|150Rb sudah termasuk |biaya kirim (kecuali Luar Jawa)..| Pesan melalui SMS |di 081 320 321 322.|

DAFTAR PRODUK YANG TERSEDIA

PAKET KHUSUS SUAMI ISTRI  (HARGA SDH TERMASUK ONGKOS KIRIM UTK PULAU JAWA)

1

L. Amara PLUS (Gairah, Atasi Impotensi) - 6x seduh

135,000

2

Herbal Obat Terapi Ejakulasi Dini

275,000

3

Herbal Untuk Menambah Kualitas Sperma

275,000

4

Herbal Untuk Meningkatkan Kesuburan Wanita

275,000

5

Herbal Untuk Pasangan Yang Belum Memiliki Keturunan

275,000

6

Hajar Sa'adah / Jahanam (Atasi Ejakulasi Dini) - 2btl

155,000

7

Susut Alami (Sulami) - 3btl

170,000

8

Mr. P Enlargement

150,000

9

Prima Setia (Kapsul untuk Ejakulasi Dini)

180,000

10

Beauty Breast Buster

180,000

11

Breast Up Cream

125,000

12

Kembali Gadis - 2btl

150,000

13

Sekar Malam - 2btl

205,000

14

Sari Rapet - 3btl

140,000

15

Mahkota Dewi

130,000

CLEANSER   

16

Tetes Mata Herbal (Terapi Plus, Minus & Katarak) 

35,000

17

Pembersih/ Gurah Pernapasan (Kotoran & Lendir)

35,000

18

Pembersih/ Gurah Wanita (Wangi, Bersih & Keset)

35,000

HERBAL KAPSUL 

19

Kapsul Herbal Sinusitis

35,000

20

Kapsul Herbal Bau Badan

40,000

21

Kapsul Herbal Libas Jerawat

45,000

22

Kapsul Herbal Bronchitis

30,000

23

Kapsul Herbal Pria Perkasa

40,000

24

Kapsul Herbal Rematik & Asam Urat

45,000

25

Kapsul Herbal Darah Rendah

35,000

26

Kapsul Herbal Darah Tinggi

35,000

27

Kapsul Herbal Asma

45,000

28

Kapsul Herbal Susah Tidur

35,000

29

Kapsul Herbal Nafsu Makan

35,000

30

Kapsul Herbal Gurah Plus

45,000

31

Kapsul Herbal Alergi

40,000

32

Kapsul Herbal Amandel

40,000

33

Kapsul Herbal Jantung

45,000

34

Kapsul Herbal Maag

35,000

35

Kapsul Herbal Batu Ginjal

35,000

36

Kapsul Herbal Suplemen Otak

40,000

37

Kapsul Herbal Radang Tenggorokan

45,000

38

Kapsul Herbal Ambeien

35,000

39

Kapsul Herbal Lancar ASI

35,000

40

Kapsul Herbal Prostat

45,000

41

Kapsul Herbal Normal Haid

40,000

42

Kapsul Herbal Malaria

45,000

43

Kapsul Herbal Kolesterol

40,000

44

Kapsul Herbal Radang Usus Besar

40,000

45

Kapsul Herbal Polip

40,000

46

Kapsul Herbal Epilepsi

45,000

47

Kapsul Herbal Diabetes

35,000

48

Kapsul Herbal Lancar BAB

35,000

49

Kapsul Kapsul Keputihan

45,000

50

Kapsul Herbal Diare

35,000

51

Kapsul Herbal Sariawan

35,000

52

Kapsul Herbal Hepatitis

45,000

HERBAL KAPSUL KHUSUS 

53

Kapsul Herbal Pegagan 

35,000

Tekanan darah tinggi, wasir menahun, perut cacingan, tidak nafsu makan, sakit ayan, infeksi saluran di kencing, revitalisasi sel pada luka fisik, mencegah keloid, membuat subur wanita, campak, susah keluar kencing, pembengkakan pada hati, batuk ber darah, mimisan, demam, radang amandel dll

54

Herbal Songgolangit

35,000

Anti radang, antibiotik, asam urat, pereda sakit, penghilang nyeri rematik pada pinggang & tulang dll

55

Kapsul Herbal Sarang Semut

105,000

Mengatasi Rematik, penyakit jantung dan bocornya jantung, asam urat, berbagai jenis kanker dll

56

Kapsul Herbal Sambiloto 

35,000

Penyakit Typus,flu, radang, TBC, kencing nanah, segala macam batuk, disentry, diare, , asam urat, kolesterol dll

57

Kapsul Herbal Meniran

35,000

Nepritic edema (radang ginjal dengan protein dalam air seni), antibiotik, stimulasi kekebalan tubuh dll

58

Kapsul Herbal Jati Belanda (atasi kolesterol & kegemukan)

35,000

59

Bee Pollen

40,000

Mengobati luka dalam, menormalkan syaraf, kesuburan laki-laki & wanita,  asam urat, pertumbuhan, kesehatan mental & daya ingat, insomnia, stamina dll

60

Kapsul Herbal Temulawak

35,000

Anti sembelit, jerawat, maag, bau haid, bau badan, cacar air, asthma, kurang asi, sariawan, hepatitis, dll

61

Kapsul Herbal Habbavita

35,000

Kekebalan tubuh, netralisir racun, meningkatkan aktivitas hormon dan daya ingat, anti tumor, peremajaan sel kulit dll 

62

Kapsul Multi Herba

40,000

Maag, lever, kolesterol, gairah sexual, sesak napas, paru-paru, rematik, asam urat, astma, belum punya keturunan, haid tidak teratur, stroke dll

63

Kapsul Herbal Kunyit Putih

35,000

Mengecilkan rahim, menambah nafsu makan, menghambat sel kanker, maag, nyeri lambung dll

64

Kapsul Herbal Daun Sendok

40,000

Infeksi saluran kencing, kencing berlemak, kencing berdarah, batu empedu, abtu ginjal, radang prostate, kencing sedikit, batuk : rejan, sesak, berdarah, keputihan, diare, nyeri lambung, hepatitis, bronchitis dll

65

Kapsul Herbal Rumput Mutiara

35,000

Berbagai macam kanker dan tumor, peradangan dan infeksi, sumbatan saluran sperma dll  

65

Kapsul Herbal Daun Dewa

40,000

Menghancurkan bekuan darah dalam pembuluh darah sehingga mencegah & mengobati stroke serta penyakit jantung, luka memar, pembengkakan, pendarahan, patah tulang, digigit binatang berbisa dll

66

Kapsul Herbal Jombang

35,000

Kandung empedu, maag tahunan kronis, tumor dan kanker, Radang payudara, perbaiki pencernaan, memperlancarkan asi pada ibu menyusui dll

67

Herbal Cakar Ayam (herbal)

35,000

Kanker,perut yang busung, mengalami infeksi serta pada saluran napas, bronchitis, hepatitis dan lain-lain

68

Kapsul Herbal Ceplukan

35,000

Influenza, batuk rejan, bronchitis, gondongan, diabetes, bengkak buah pelir, bengkak prostate dll

69

Kapsul Herbal Tempuyung

35,000

Penghancur batu empedu dan batu saluran kemih dll

70

Kapsul Herbal Keladi Tikus

40,000

Berbagai macam kanker, menetralisir racun narkoba dll

71

Kapsul Herbal Biji Pala

35,000

Susah tidur, memperpanjang waktu tidur, mencegah parkinson dengan memperbaiki waktu tidur dll

72

Kapsul Herbal Komfrey

40,000

Khusus menormalkan tekanan darah, kolesterol yang tinggi, kemandulan pada wanita, diabetes, Hb rendah, sering rematik, alergi di kulit dll

73

Herbal Adas (Kapsul)

35,000

Mengobati Sakit perut, sakit kuning, mual, mulas, perut kembung, kurang nafsu makan, keracunan, datang haid tidak lancar/teratur, hernia, rematik dll

74

Kapsul Herbal Brotowali

35,000

Diabetes mellitus / kencing manis, demam kuning, rematik, demam sumbatan cairan empedu dll

75

Kapsul Herbal Tapak Dara

35,000

Kanker, leukimia, hipertensi, kencing manis, dll

76

Kapsul Herbal Patikan Kebo

35,000

Anti radang, radang kelenjar susu, payudara bengkak, dll

77

Kapsul Herbal Pasak Bumi

35,000

Kemampuan sexual, membentuk otot, hormon sex dll

78

Kapsul Herbal Daun Mimba

35,000

Kencing manis, kanker hati, hepatitis, jerawat, malaria dll

79

Kapsul Herbal Temu Ireng

35,000

Gangguan lever, gangguan haid, penggumpalan darah, rematik, bersih darah dll

80

Kapsul Herbal Srigunggu

45,000

Sinusitis,asma, aneka penyakit pernapasan, bronchitis, suara menjadi jernih dll 

81

Herbal Kumis Kucing (Kapsul)

35,000

Mengatasi penyakit pada saluran kencing : bengkak & batu kandung kemih, infeksi, kencing tidak tuntas, batu empedu dll  

82

Herbal Pronojiwo bentuk Kapsul

40,000

Kemampuan seksual, penguat tubuh, lemah syahwat, dll

83

Herbal Benalu Tea/ Benalu Teh

45,000

Tumor dan kanker : rahim, payudara, kulit, otak, antivirus, cacar, kebotakan, antialergi dll

84

Kapsul Herbal Ginseng

45,000

Aprodisiak, pembangkit gairah dan tenaga, mempercepat kesembuhan, keharmonisan rumah tangga dll

85

Kapsul Herbal Daun Ungu

35,000

Wasir/ ambeien, sembelit, mempercepat pemasakan bisul, pelembut kulit kaki, melunakan faeces dll

86

Kapsul Herbal Binahong

45,000

Penyembuhan luka : fisik, operasi, khitan, radang usus, dll

87

Kapsul Herbal Lingzhi

85,000

Kekebalan tubuh, susah tidur, kolesterol, hepatitis kronis, menghambat sel kanker, gairah sexual dll

88

Kapsul Herbal Temu Putih

35,000

Kanker mulut rahim, kista rahim, tumor rahim, nyeri haid dll

89

Kapsul Herbal Jahe Merah

35,000

Mengatasi Ejakulasi dini, dapat mencegah kemandulan, memperkuat daya tahan kekebalan sperma,merangsang ereksi,meregenerasi sel kulit dll

90

Herbal Alang-Alang (Kapsul)

35,000

Kencing batu, batu empedu, Batu serta infeksi ginjal, air kemih mengandung darah, kencing sering tidak lancar, prostat, mimisan dari hidung, pendarahan wanita, demam, jantung seperti koroner, radang hati, hepatitis, urat saraf melemah, radang pada paru-paru dll

91

Kapsul Herbal Tapak Liman

35,000

Flu, demam, amandel, radang, disentry, sakit kuning, radang ginjal akut, bisul, kurang darah, keputihan, bersih darah dll

92

Kapsul Herbal Daun Jambu Biji

35,000

Diare, disentry, demam berdarah, keputihan, beser, dll

93

Kapsul Herbal Daun Saga

35,000

Panas dalam, sariawan, penyakit saluran pernapasan dll

94

Kapsul Herbal Mengkudu

35,000

Kekuatan tulang, bersih darah, obat cacing, radang, cacar air, kencing manis, kegemukan, nyeri limpa dll

95

Kapsul Herbal Sirih Merah

85,000

Diabetes, prostat, asam urat, hepatitis, ginjal, ambeien, keputihan akut, TBC dll

HERBAL EKSKLUSIF

96

Serbuk Kurma Kesuburan Pria dan Wanita

75,000

97

Subur Perkasa (Super)

110,000

98

Subur Kandungan Griya Herba

45,000

99

Zatiron (Vitalitas dan Kesuburan)

55,000

100

Propolis diamond

120,000

101

Gamat 100%

80,000

102

Spirulina 100%

85,000

103

Anti TB (TBC)

85,000

104

AntiVir (cacar, campak, borok)

35,000

105

AntiDerm (penyakit kulit, kadas, kurap, jamur, kutu air)

35,000

TATA CARA PEMESANAN PRODUK 

Bagi Anda yang ingin membeli produk-produk yang kami jual silahkan pesan melalui SMS ke 081 320 321 322.

Silahkan memesan item - item produk yang ingin Anda beli dari daftar di atas melalui SMS ke 081 320 321 322 untuk mengetahui jumlah uang yang harus dibayarkan. Minimum pembelian produk senilai Rp. 100.000,- belum termasuk ongkos kirim (ongkos kirim normal sekitar Rp. 20.000,- untuk pembeli di pulau Jawa dan Rp. 30.000,- untuk pembeli di luar pulau Jawa).

Pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening Bank BNI Cabang Cirebon dengan nomor rekening : 0136629503 an. Agung Budiono, Bank MANDIRI KCP. Majalengka dengan nomor rekening : 134-00-0504647-8 an. Agung Budiono atau Bank Muamalat Indonesia (BMI) dengan nomor rekening 1360002396 an. Agung Budiono. Transfer ke BMI juga bisa dilakukan melalui Kantor Pos yang sudah Online. Bisa juga ke Rekening BCA 4180402425 an. Gusniyati.

Setelah Anda mentransfer biaya pembelian, konfirmasikan segera melalui SMS dengan menyertakan informasi : JUMLAH UANG YANG DITRANSFER, REKENING BANK TUJUAN, PRODUK YANG DIPESAN, NAMA DAN ALAMAT LENGKAP TUJUAN PENGIRIMAN.

Kebenaran transfer Anda akan diperiksa, setelah itu barang dikirim melalui TIKI, JNE, Kantor POS atau sejenisnya. Bagi Anda yang ingin membeli langsung SanregoPlus bisa datang ke Kantor JNE Kab. Majalengka, Jabar, Jln. KH. Abdul Halim, Samping Gedung PWRI Majalengka.

Bagi Anda yang berada di LUAR NEGERI, Anda juga bisa membeli berbagai macam produk kami. Pemesanan dilakukan dengan mengirim email ke alamat budiono_agung@yahoo.com. Nilai pembelian minimum untuk pembeli dari luar negeri adalah setara 100 US Dollar belum termasuk ongkos kirim. Besarnya uang yang harus dikirim termasuk biaya pengiriman barang akan diinformasikan via email. Pembayaran dilakukan via WESTERN UNION.

Silahkan mengirimkan uang melalui Bank terdekat yang mendukung WESTERN UNION. WESTERN UNION tersebut harap dikirim atas nama: "Agung Budiono". Setelah pembayaran WESTERN UNION tersebut terkirim, Anda akan memperoleh sebuah nomor MTCN dari bank yang bersangkutan. Silakan kirim nomor MTCN tersebut ke email budiono_agung@yahoo.com. Pesanan akan dikirim melalui Pos Indonesia.