Profil Tanaman Pulai / Pule

Pule (Alstonia Scholaris) dikenal dengan banyak sebutan: pulai (sumatera), lame (Sunda), polay (madura), hanjalutung (Kalimantan), kaliti, reareangou,; bariangow, rariangow, wariangow, mariangan, deadeangow, kita (Minahasa), rite (Ambon), tewer (Banda), Aliag (Irian), hange (Ternate), kayu gabus, Chatian;saitan-ka-jhad; saptaparna (India, Pakistan), Co tin pat; phayasattaban (Thailand), Australian quinine bark tree, bitter-bark tree, blackboard tree, chatiyan wood, Devil tree, dita bark tree, Milkwood tree, Milky Pine, white cheesewood tree, shajaratah fi asya al-harrah, Daivappala, dll.

Banyaknya nama dibarengi dengan banyaknya manfaat dari pohon ini, yang antara lain sebagai:

1. obat herbal untuk beragam penyakit
2. bahan baku furniture
3. bahan baku kerajinan (golek, patung, tatakan gelas, piring kayu, mainan, dll)
4. bahan baku pensil
5. bahan baku pulp dan kertas
6. bahan baku batang korek api
7. bahan baku papan tulis
8. bahan baku dalam pembuatan salon, sub woofer dll
9. tanaman perintis untuk lahan kritis
10. bahan baku pembuatan kotak kemasan (box)
11. kayu bakar (sudah pasti)

Segudang manfaat yang dapat dipetik dari pule mempercepat spesies ini mencapai kelangkaan. masyarakat lebih rajin menebang pohon ini daripada menabung. penebangan (liar maupun resmi) yang tidak diimbangi dengan penanamannya.

Pohon ini dapat tumbuh hingga pada ketinggian 1000 m dpl dan dapat mencapai tinggi 25 m. Daun berbentuk bulat telur, tipis dan licin.Bunga berupa malai rata yang muncul pada ujung cabang atau ketiak daun. Buah pule panjang 20 cm dengan biji yang berjambul. Kulit batang bermanfaat sebagai obat demam, menguatkan lambung, memperlancar kencing, dan obat kencing manis.