Obat Untuk Diabetes Insipidus: Farmakologis dan Diet

Sebenarnya ada satu jenis penyakit diabetes yang sering terabaikan atau bahkan tidak disadari oleh penderitanya. Jika anda sering buang air kecil dan merasa haus sekalipun tidak sedang melakukan aktivitas berat, ada kemungkinan anda mengalami diabetes insipidus. Sama dengan diabetes mellitus, obat untuk diabetes insipidus melibatkan perbaikan pola makan dan gaya hidup.

Diabetes insipidus terjadi karena kurangnya hormon antidiuretik, sehingga pasien merasakan haus secara berlebihan (polidipsia) dan buang air kecil secara berlebihan pula (poliuria).  Diabetes tipe ini berbeda dari diabetes mellitus. Pada penderita diabetes mellitus, urin yang dikeluarga mengandung glukosa, sehingga disebut kencing manis, sementara itu, pada penderita diabetes insipidus, urin yang dikeluarkan tidak mengandung gula. Jadi, diabetes ini tidak termasuk penyakit kencing manis.

Obat farmakologis

Karena diabetes insipidus terjadi karena kurangnya hormon arginin vasopressin (AV) di dalam tubuh penderita, maka obat untuk diabetes tipe ini adalah pemberian atau suntikan hormon antidiuretik, yakni vasopressin, untuk mengembalikan fungsi ginjal dan mencegah terjadinya penimbunan cairan di dalam tubuh. Selain itu, ada lagi formulasi desmopresin asetat yang tersedia dalam bentuk obat semprot hidung. Obat ini berkhasiat untuk mengembalikan fungsi normal pengeluaran air kemih.

Diet dan Gaya Hidup

Konsumsi makanan kaya serat, seperti kacang-kacangan dan biji-bijian, menghindari makanan yang kaya akan lemak trans, dan mengurangi konsumsi gula dan lemak hewani adalah metode diet yang dianjurkan untuk penderita diabetes insipidus. Selain itu, lakukan olah raga secara teratur, jaga berat badan, dan hentikan kebiasaan merokok. Selain menggunakan obat untuk diabetes insipidus, modifikasi pola makan dan gaya hidup akan menurunkan resiko anda.